Rabu, 09 Maret 2011

Pertemuan Tak Terduga


Hari ini,aku sengaja berjalan-jalan sendiri di salah satu Mall yang ada dikota ini.Aku benar-benar lelah menghadapi penatnya dunia ini.Sekalian aku ingin membeli peralatan-peralatan yang kubutuhkan untuk Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS yang akan diadakan dua hari lagi.Aku butuh refreshing sebelum berpusing-pusing menjalani LDK tersebut.Sebenarnya aku ingin mengajak teman dekatku,Nuri,namun dia tidak bisa menemaniku karena ingin mengerjakan tugas kelompoknya.
    Aku berjalan-jalan mengelilingi Mall sendirian,aku tidak tau bagaimana pendapat orang yang melihatku berjalan sendiri mengitari Mall tanpa tujuan yang pasti.Aku berencana akan membeli peralatan untuk LDK setelah otakku kembali segar.Sebenarnya ada satu faktor lagi yang membuatku merasa pusing dan tidak tenang,yaitu masalah nilai.Kuakui bahwa aku memang lemah dalam menghapal pelajaran,tapi aku dapat mengerti pelajaran dengan cepat secara logika.Nilai IPSku agak sedikit rendah,yaitu pada pelajaran sejarah,aku hanya mendapatkan nilai 60.Aku benar-benar pusing.Nilai itu yang nantinya akan tertulis di nilai rapor mid smesterku.
    Setelah sekian lama aku berjalan,aku merasa lelah dan lapar.Aku segera mencari tempat makan,hingga pada akhirnya aku memutuskan untuk makan di KFC saja,sekalian ingin makan eskrim disitu.Aku mengantri untuk memesan makanan,setelah itu aku mencari meja yang kosong.Untunglah ada yang kosong,aku segera menuju kesitu.Ketika aku meletakkan telenan yang berisi makanan,minuman dan eskrim itu diatas meja kosong tersebut.Saat itu,seorang cowok juga meletakkan makanannya dimeja yang sama bersamaan denganku.Aku terkejut dan melihat kearahnya.
    Astaga!
    Aku kenal wajah ini.Dia Gerry,mantan pacarku ketika aku dan dia masih duduk dibangku SMP.Waktu itu kami mulai berpacaran ketika kami masih sama-sama kelas 7,dan akhirnya putus dikelas 9 karena berbeda sekolah.Ya Tuhan kenapa aku bisa bertemu dengannya lagi?
“Gina?” Sapanya dengan muka penuh keheranan.
“Gerry?”Sapaku kembali dengan ekspresi sama dengannya.
“Astaga,aku ga nyangka loh tiba-tiba bisa ketemu gini sama kamu.”Katanya dengan muka berseri-seri.
“Haha,aku juga loh.Kirain tadi entah siapa yang ikut-ikut aku,rupanya kamu.”
“Gimana kalau kita makan dimeja yang sama.Kamu sendirian kan?Atau ada teman kamu yang lain?Atau mungkin pacar kamu?”
“Ah enggak kok aku sendirian disini,ga bawa teman juga ga bawa pacar.”
“Hmm,ya udah silahkan duduk” Gerry pun mempersilahkanku sambil tersenyum.
    Aku duduk berhadapan dengannya,kemudian kami mulai makan sambil bercerita.Ya ampun,aku teringat sewaktu aku dengannya dulu,kami pernah seperti ini,bahkan sering.Dia berubah ya sekarang,terlihat lebih tampan,gagah,dan berwibawa,berbeda dengan dia yang dulu.Saat aku menatap kedua bola matanya,hal itu benar-benar mengingatkanku saat aku berpacaran dengannya.Jantungku berdegup sekencang-kencangnya sampai aku tak sanggup untuk makan.Padahal tadinya aku sudah lapar sekali.
“Gina,dihabiskan dong makanannya.”Suruhnya
“Iya iya,hehe.”
“Kamu kok kayak ga nafsu makan gitu?Gara-gara aku ada disini ya?”
“Ah enggak kok,kamu jangan berpikiran gitu dong.”
“Oh ya udahlah kamu habiskan ya makanan kamu biar engga makin kurus.”
“Iya,kamu juga ya.”
“Gina,rumah kamu masih yang lama kan?Nomor hp kamu ganti ya?Aku coba hubungi tapi selalu ga bisa.”
“Iya rumahku masih yang lama.Iya nomor hpku ganti,memangnya kenapa kok kamu tanya-tanya gitu?”
“Gapapa sih aku Cuma penasaran aja.aku …. aku rindu sama kamu Gin.”
Aku pun tersendak mendengar perkataannya barusan.Apa?Dia rindu aku?Apa aku ga salah dengar?Tapi kan aku dan dia telah punya hidup masing-masing,ga ada hubungan spesial lagi.Aku pun berusaha meyakinkan perkataannya barusan.
“Apa?Kamu rindu sama aku?”Tanyaku.
“Kalau iya kenapa memangnya Gin?Apa aku ga boleh rindu sama mantan pacarku sendiri?”
“Ya boleh sih.Tapi kenapa kamu bisa ngomong gitu Ger?”
“Karena aku ga ngomong gini,aku ngomongnya gitu aja deh.”
“Melawak,HAHAHA.Garing tau.”
“Yaudah habisin aja dulu makanannya Gin,kalau ga habis ntar aku suapin sampai habis.”
“Hahaha,mendingan makan sendiri aja,weeeek.”
    Kamipun menghentikan pembicaraan dan melanjutkan makan sampai makanan habis,setelah itu kami mencuci tangan kami dan kembali lagi duduk dibangku yang tadi kami duduki.Aku memakan es krim dan dia hanya duduk-duduk sambil melihatiku makan es krim.
“Mau?” Tanyaku padanya.
“Mau sih tapi engga deh,ntar kamunya kekurangan.Aku beli baru aja deh.”
“Hmm gapapa kok Ger.Ntar kamu kalau beli baru ga habis,mubazir,aku tau kok kamu cuma laper mata,nyicip sesendok aja udah ga mau nyicip lagi.”
“Haha iya sih,kamu masih ingat aja ya sifatku gimana.”
“Iyalah kita kan dulu hampir 3 tahun pacaran,masa’ aku ga kenal kebiasaan kamu?”
“Bagi dong es krimnya.”
“Oh iya,ini nah es krimnya.”Aku memberikan es krimku kepadanya.
“Disuapin dong.”Pintanya.
“Heh enak aja,ntar kalau dilihat orang gimana?Kita kan udah putus,mana tau ada teman aku ngelihat aku suapin es krim ke kamu,bisa kacau deh urusannya.”
“Oh,yaudah ga jadi deh.”Katanya sambil memasang muka sok sedih.
“Ya udah deh,aku suapin,tapi muka kamu jangan gitu dong,aku kan jadi merasa bersalah sama kamu.”
“Nah gitu dong.”
“Sini buka mulut kamu.”Kataku sambil menyuruhnya membuka mulut.
“Aaaaaaaak.”Dia pun membuka mulutnya dengan lebar,lalu kemudian aku memasukkan sesendok es krim kedalam mulutnya.
“Udah kan?”Tanyaku.
“Aaaak lagi.”Katanya sambil membuka mulut.
“Ah ga mau,ini tinggal buat aku.”
“Ya udah deh kalau gitu.Sebenarnya aku juga ga pengen lagi,Cuma pengennya disuapin sama kamu.”
    Aku pun terdiam lagi mendengar kata-katanya barusan.Mengapa dia membuat hatiku seperti ini?Aku merasa bahagia dan terhibur dengan adanya dia,rasa stressku serasa hilang,nyaman sekali berada didekatnya.
    Tak lama kemudian es krimku pun habis,aku bergegas ke toko buku untuk membeli kertas jeruk,bad nama,spidol warna,map,dan sebagainya.Ketika aku berjalan,aku merasa ada orang yang mengikutiku dari belakang,aku pun melihat kebelakang dan ternyata orang itu adalah Gerry.Astaga,supaya apa anak ini ngikutin aku?Aku pun menghampirinya dengan muka geram.
“Gerry,kamu ngapain ikutin aku terus?”Tanyaku pada Gerry.
“Ga ngapa-ngapain.Aku Cuma mau jaga kamu dari belakang.”Jawabnya.
“Tapi aku bisa jaga diri Ger.”
“Kan ga salah kalau aku ngikutin orang yang masih kucintai sampai sekarang.”
“Apa Ger?”
“Aku masih mencintai kamu Gina.”
“Gerry,ini tempat umu tau.”Aku pun memasang muka masam dan menariknya kesebuah bangku yang disekelilingnya jarang orang melewatinya.
“Gerry,aku mau tanya satu hal sama kamu.”Ucapku pada Gerry.
“Ya udah silahkan kamu tanya sama aku.”
“Kamu dari tadi sengaja ikutin aku ya?”
“Enggak kok.Aku berani sumpah sebelum ketemu kamu di KFC aku ga ada ikutin kamu,aku aja ga tau gimana kabar kamu sebelumnya Gin.”
“Jadi  tadi kita beneran ga sengaja ketemu?”
“Iya Gina.Mau disuruh sumpah demi apapun aku berani Gin.”
“Oke aku percaya.Kamu sebenarnya kesini mau ngapain?”
“Aku kesini buat refreshing,sekolahku libur seminggu menjelang Idul Adha,makanya aku keMedan,kira-kira seminggu lagi aku balik lagi keBandung.Jadi waktuku buat ketemu kamu Cuma seminggu.Kemungkinan besar kita ketemu sewaktu tahun baru,tapi bisa kupastikan setiap ada hari libur aku akan keMedan.”
“Ngapain kamu keMedan Ger?”
“Aku kan butuh pulang kerumah juga Gin,ga terus-terusan diasrama,aku kan rindu keluarga.”
“Aku masih ga nyangka kita akan dipertemukan lagi.”
“Kenapa kamu bisa ngomong gitu?Aku selalu berharap bisa ketemu sama kamu lagi.Aku ga pernah pacaran sama cewek lain selain kamu.Kamu cinta pertamaku dan aku yakin kamu akan jadi cinta terakhirku.”
“Sebenarnya aku juga berharap gitu.Tapi aku gak terlalu yakin.Maafin Gina ya,sekarang Gina udah punya pacar,Gina ga mau sakiti hati dia hanya karena kamu Ger.”
“Hmm ya udah aku gapapa kok.Asalkan kamu bahagia sama dia aku juga bahagia.”
“Tapi sebenarnya Gina masih berharap banyak sama kamu Ger.Aku hanya gak tega menyakiti hatinya.Dia sangat takut kehilanganku,aku takut dia berbuat nekat hanya karena kusakiti.”
“Suatu saat nanti pasti akan ada jawabannya Gin.Kita lihat aja.”

Contoh Karya Tulis

Mungkin ini bisa membantu siswa/i yang memiliki tugas untuk membuat karya tulis.Saya sendiri mengakui bahwa ini belum sempurna.Karya tulis ini saya kerjakan ketika saya duduk dibangku kels 3 SMP.



PENTINGNYA KEMAHIRAN DALAM BERBAHASA INDONESIA


Karya tulis ini dibuat dalam rangka belajar-mengajar Bahasa Indonesia.






Oleh:
Firyal Afifah Avianira



YAYASAN HAJJAH RAHMAH NASUTION
SMP SWASTA AL-AZHAR MEDAN
T.P 2009/2010

HALAMAN PERSEMBAHAN
Karya ilmiah yang saya buat ini saya persembahkan untuk semua pembaca dari hasil karya tulis saya ini,terutama teman-teman dan guru Bahasa Indonesia saya.Semoga hasil dari karya tulis ini dapat bermanfaat untuk kita semua.Dan juga semoga kita bisa semakin menyukai pelajaran Bahasa Indonesia.

“Jika seseorang maju terus dengan keyakinan kearah kehidupan yang diimpikan,maka pada saat yang tepat akan meraih impiannya.”
- Henry David Thorev -

Jumat, 21 Januari 2011

2.Melihatnya sekilas,tapi apa benar dia? (lanjutan pulau cinta)

Aku bergegas pergi kesekolah karena aku yakin jam segini pasti jalanan sudah macet.Tak lupa aku berpamitan dengan papa dan mamaku.Kemudian aku menuju kegarasi untuk memanaskan mesin motor maticku,dan langsung pergi kesekolah.Jalanan sudah ramai,tak seperti biasanya.Ini karena aku pergi kesekolah agak telat dibandingkan hari-hari biasanya.Biasanya aku pergi kesekolah ketika jalanan masih sepi,jadi aku tidak bingung ketika terjebak macet dan mengejar waktu.
                Sesampainya disekolah,gerbang sekolahku belum ditutup,untunglah.Tapi parkiran sudah penuh dan aku benar-benar bingung untuk memarkirkan kendaraanku.Sekilas aku mendengar namaku dipanggil,dan aku menoleh kebelakang,ternyata itu kak Derry.Mungkin dia melihatku kesulitan untuk memarkirkan kendaraanku.
“Bisa,Tyas?”
“Ga bisa kak,bisa tolong dibantuin?”
“Oh,ya udah sini.”
                Dia memarkirkan sepeda motorku ditempat yang sempit itu.Tapi mau bagaimana lagi,tidak ada lagi tempat parkir yang bagus,hampir semua terisi penuh oleh kendaraan roda 2.Kan tidak mungkin aku memarkirkan sepeda motorku ditempat parkir roda 4.
                Setelah itu,aku dan Kak Derry menuju kedalam sekolah sambil berbincang-bincang mengenai perlombaan Drum Band yang akan diadakan dalam waktu dekat ini.
“Kok tumben kamu telat,Tyas?”
“Tadi bangunnya kesiangan kak,hehe.Lupa pasang alarm.”
“Oalah,gak biasanya kamu begini.”
“Gak tau kak,mungkin lagi apes aja.Oh iya,kapan lomba Drum Band-nya diadain kak?”
“Dua minggu lagi,hari Sabtu jam 8 pagi.”
“Kita kesananya naik apa kak?”
“Kalau kita nanti naik mobil pribadi beberapa orang dari kita aja atau pergi sendiri juga gapapa,tapi kalau alatnya nanti kita sewa mobil pick up,pokoknya tenang aja deh.Mobil kamu bisa dipakai hari Sabtu nanti?”
“Oh yaudah,tapi mobil Tyas ga bisa dipakai buat acara itu kak,Tyas boleh nebeng sama kakak aja?”
“Oke,gapapa,nanti kita tanya yang lain ya.”
                Tak terasa kami telah berjalan sampai didepan kelasku.Aku melambaikan tanganku sambil mengatakan “Bye” kepada kak Derry,dia pun membalas lambaian tanganku.Bel tanda masuk sekolah berbunyi seiring perginya kak Derry menuju kekelasnya.Aku dan teman-teman sekelasku pun memasuki kelas.Beberapa kemudian,guru mata pelajaran Bahasa Indonesia,Pak Romi memasuki kelas kami.
                Aku tidak berkonsentrasi mengikuti pelajaran ini,pikiranku selalu tertuju pada mimpi semalam.Aku masih ingat saat kami menonton tivi berdua,hingga akhirnya aku tertidur dipundaknya,lalu kemudian aku terbangun.Dan sekarang aku mendapati kepalaku telah tertimpuk oleh sebuah penghapus papan tulis.”aduh..”aku menjerit sambil memegangi kepalaku.Ternyata Pak Romi yang dengan jahatnya menimpukku dengan penghapus papan tulis.Apa-apaan ini?
“Tyas,saya disini mengajar tapi pikiran kamu kemana?Kamu tidak memperhatikan saya?”
“Eh eh maaf pak,perhatiin kok pak.”
“Coba kamu jelaskan apa yang tadi saya jelaskan didepan.”
“Eh eh janganlah pak.”
“Makanya lain kali kalau saya menjelaskan didengarkan.”
                Kemudian Pak Romi kembali melanjutkan penjelasannya.Entah ngajarin apa sih bapak ini,dari dulu aku paling ga suka pelajaran Bahasa Indonesia.Kalau sama bapak ini,semua disalahkan.Siapa yang nggak kesel?Waktu itu aku pernah lupa menuliskan titik pada PR ku,tapi nilaiku malah dikurangi,berlebihan banget bapak itu.

***
                Pelajaran terakhir di hari ini adalah Agama.Pelajarannya sih mudah,tapi selalu dipersulit oleh guru kami ini.Rasanya benar-benar tak sabar untuk pulang sekolah.Hari sudah panas dan aku sudah tidak bersemangat untuk belajar.Ibu ini hanya menjelaskan saja,berceramah sepanjang pelajaran,aku bosan dan ngantuk.Selagi ibu itu menyuruh kami mengerjakan tugas yang ada dibuku lks,aku berbincang-bincang dengan Tika,teman sebangkuku.
“Tik,nanti kerumahmu yuk.”
“Emang mau ngapain nanti dirumahku?”
“Ga ada,cuma main-main aja lah,ada yang mau kuceritain,sekalian ngambil sepatu yang kamu pinjam waktu itu.”
“Oh yaudah,naik matic kamu ya.”
“Oke tenang aja.”
                Akhirnya bel sekolah pertanda pulang yang dari tadi kutunggu-tunggu berbunyi.Murid-murid sekelasku berteriak “hore” begitupun dengan aku.Padahal sudah putih – abu-abu tapi masih saja berteriak ketika bel pualng sekolah berbunyi.Aku dan Tika tidak langsung pergi keparkiran roda dua,kami yakin pasti parkiran masih ramai dan sulit bagiku untuk mengeluarkan motorku dari situ.Kami dudu-duduk sebentar ditaman,tak jauh dari kelas kami.
“Tyas!” Kak Derry memanggilku dari kejauhan sambil berjalan menghampiriku.
“Siapa itu Tik?”Tanyaku kepada Tika.
“Kak Derry itu.”Jawab Tika.
“Ngapain kalian disini dek?”Tanya Kak Derry ketika telah sampai dihadapan kami.
“Iseng aja kak,biasanya parkiran masih ramai,nanti Tyas ga bisa ngeluarin motornya.”Jawab Tika.
“Oh,kalian nanti pulang sama?”Tanya kak Derry lagi.
“Iya kak.”Jawabku dan Tika bersamaan.
                Beberapa menit kemudian aku mengajak Tika dan kak Derry untuk beranjak keparkiran roda 2.Sesampainya disana,aku dan Tika berpisah dengan kak Derry karena rumah Tika berlawanan arah dengan rumah kak Derry.Entah kenapa rasanya kak Derry suka mencari perhatian dariku.Tapi ga tau juga deh,mungkin aku aja yang kegeeran.
                Sesampainya dirumah Tika,kami membuka sepatu kami dan masuk kedalam kamar Tika.Aku sudah menganggap rumahnya Tika seperti rumah sendiri saking seringnya aku kesini.Langsung kucampakkan tasku keatas tempat tidurnya,begitupun dengan Tika.Rasanya sudah seperti aku saja yang menjadi tuan rumah dirumah ini.Tika pun sudah biasa menerima sikapku yang seperti ini.
“Oh iya,kamu mau cerita apa Tyas?”
“Gini loh Tik,semalem aku mimpi.”
“Mimpi apa?Kok kamu sampai segitunya mau cerita ke aku?”
“Semalem aku mimpi terdampar disebuah pulau,indaaaaaah sekali.Aku main-mainin air laut disitu,terus karena aku kedinginan,aku samperin rumah satu-satunya yang ada disitu.”
“Ha?Kok bisa terdampar?Rumahnya serem apa enggak?”
“Enggak,cantik banget malah.Yang anehnya,rumah sebesar itu ga ada penghuninya,tapi isi rumah itu lengkap,ada baju anak-anak,baju ibu-bu,baju bapak-bapak,ada juga baju buat cewek kayak aku.Aku pakai aja salah satu baju dari situ,kan aku kedinginan.”
“Jadi kamu disana terdampar sama siapa,Tyas?”
“Sama cowok manis,ih senyumnya itu loh ga tahan.Aku Cuma berdua sama cowok itu.”
“Ha?Siapa?Semanis siapa?Cuma manis?Ga ganteng?”
“Namanya Satya,pokoknya manis deh.Ada juga sih gantengnya,tapi menurutku dia manis,Tik.”
“Terus kamu ngapain aja sama dia?”
“Pertama kami buka pintu rumah itu sama-sama,terus kami berpencar nyari baju buat aku,terus aku ganti baju,terus kami nonton tivi diruang tamu.”
“Loh tapi tadi katanya terdampar?Kok tivinya bisa nyala?”
“Ntah gatau.Ada gila-gilanya rumah itu,namanya mimpi,ya maklumlah.”
“ Oh iya iya,terus ngapain lagi?”
“Terus aku kedapur bikin susu hangat buat kami berdua.”
“Didapurnya ada persediaan makanan dan minuman juga?”
“Ada Tik,aku aja heran,apalagi kamu.”
“Hmm,terus kamu ngapain lagi?”
“Aku bawa kedua gelas susu itu keruang nonton tivi disitu.Terus kami sama-sama meminum susu itu.”
“Oh enak lah ya.”
“Iya tapi cuma mimpi,ya percuma aja.”
“Yang sabar ya Tyas.Terus gimana lagi mimpi kamu itu?”
“Aku tiba-tiba tertidur diatas pundaknya,sewaktu aku bangun,rupanya aku udah ada dikamarku sendiri.Pagi tadi aku bener-bener kesal karena itu Cuma mimpi Tik.Aku sih berharap bisa ketemu sama si Satya itu.”
“Ha?Kamu ngigau Tyas?Mana mungkin.Itu kan Cuma mimpi kamu,kemungkinan sangat kecil untuk kamu bertemu sama dia.”
“Tapi entah kenapa aku yakin bisa ketemu dia didunia nyata ini,bukan hanya didalam mimpi.”
“Ih,kamu jangan gila dong Tyas,aku ga mau punya temen gila,ntar aku bisa repot.”
“Aku ngga akan gila kok Tik,kamu tenang aja.”
“Hahaha.Tapi jangan terlalu berharap ya Tyas,nanti kalau kamu jatuh bisa sakit rasanya.”
“Iya iya.”
“Oh iya ini nih sepatu kamu yang waktu itu aku pinjam.”
“Taruh aja didalam tasku.”
“Ih kamu ini males banget ya naruh sendiri.”
“Tamu kan raja sih Tik.”
“Alah,ini kan udah kayak rumah kamu sendiri,sok tamu deh.”
“Haha,ga papa dong sekali-sekali.”
“Apanya yang sekali-sekali?Kan udah sering ya.”
“Udahlah,anggap aja nggak sering,kan nanti Tika dapat pahala dari yang Kuasa.”
“Mana aci gitu.”
“Eh,aku pulang dulu ya Tik,bosan juga lama-lama disini.”
“Nanti nggak Tika bolehin kesini baru tahu rasa.”
“Eits,ini kan udah kayak rumah aku,Tik.”
“Hmm,ya udah cepatlah sana pulang.”
                Kemudian aku dan Tika bergegas kegarasi rumahnya,lalu kemudian aku pulang kerumahku.Tika melambaikan tangan kanannya dan aku hanya membunyikan klakson.Rumahku dan Tika bisa dikatakan lumayan jauh,tapi tidak terlalu jauh deh kalau lewat jalan memotong.
                Aku selalu saja memikirkan mimpiku waktu itu,selalu saja ada dibenakku,aku sudah berusaha untuk melupakan dan tidak mengharapkan bisa bertemu dengan sosok yang ada didalam mimpiku,tapi selalu saja tidak bisa.Sosok itu tidak nyata,tidak ada didunia,aku tidak pernah bertemu dengannya secara langsung,hanya didalam mimpi.Pantas saja Tika menertawaiku kalau aku masih saja mengharapkan bisa bertemu dengan Satya.
                Diperempatan,traffic light menunjukkan bahwa aku harus berhenti disitu untuk beberapa detik,lampu merah yang ada pada traffic light menyala.120 detik lagi,lama banget,bosan deh.Aku pun melihat keselilingku,kekanan dan kekiri,dan juga kedepan.Ketika aku melihat kesamping kananku,seorang cowok membuka kaca helmnya dan aku merasa bahwa dia melihatiku berulang kali.Namun sialnya,ketika aku melihat kearahnya,dia pura-pura melihat kearah depan,namun ketika aku tidak melihatnya,aku selalu merasa bahwa aku selalu diperhatikannya.Tapi pada akhirnya,kami sama-sama saling memandang.
Astaga,dia mirip banget dengan Satya yang ada didalam mimpiku.Ganteng dan manis,semuanya deh ada padanya.Aku juga melihatnya tersenyum padaku,senyumnya begitu manis,sangat mirip dengan senyumnya Satya yang kulihat didalam mimpiku.Ah,tapi apa mungkin?Itu kan hanya mimpi.Aku sangat tidak percaya dengan semua ini,itu mungkin hanya kebetulan mirip saja.
                Tak terasa sudah 2 menit aku berhenti menunggu menyalanya lampu hijau pada traffic light,kendaraan yang berada dibelakangku pun sudah sibuk membunyikan klaksonnya masing-masing untuk  mengingatkanku.Cowok tadi pun pergi,berbelok kekanan,sedangkan rumahku berbelok kekiri.Aku masih ingat plat nomornya,dan itu akan kusimpan didalam otakku manatau suatu saat kami bertemu kembali.Tapi aku tidak mau menyimpan banyak harapan untuk bertemu dengannya,hanya sedikit saja.
                Akhirnya aku sampai juga dirumah,masih terbayang olehku kejadian diperempatan tadi,seandainya dia benar-benar Satya yang ada didalam mimpiku,aku pasti senang sekali jika bisa bertemu dengannya lagi,apalagi setiap saat.Ya ampun,aku ini kenapa?Kenapa aku mengharapkan orang yang sama sekali belum kukenal,dan berharap bahwa orang itu adalah Satya yang ada didalam mimpiku?


nb:ntar juga ada lanjutan ini kok,tenang aja.hanya kekurangan waktu untuk menyelesaikan ini semua dikarenakan jadwal yang padat.

Senin, 27 Desember 2010

Pulau Cinta



Aku duduk ditepi pantai yang indah itu,disebuah pulau tak berpenghuni,air lautnya masih sangat bersih dan biru.Dipulau itu ada sebuah rumah yang belum berani kumasuki.Rumahnya bagus,besar,mewah dan luas.Aku hanya segan memasukinya,padahal tadi kulihat pintunya tidak dikunci.
       Semilir angin yang sejuk menusuk kulitku membuatku semakin merasa tenang dan nyaman.Baru kali ini kurasakan angin sesejuk ini.Setiap kumeraih air laut itu,aku semakin merasa nyaman dan tentram.Aku mulai  bermain dengan air laut itu,kuciprat-cipratkan sendiri air itu,tiada siapapun yang menemaniku.Rasa cemas tertanam dihati,namun apa gunanya jika kumenangis,lebih baik kumanfaatkan kesempatan ini untuk menikmati suasana indah yang belum pernah kurasakan sebelumnya.
       Karena sudah puas bermain air,aku kembali ketepi,rasanya dingin sekali.Semilir angin yang berhembus kali ini membuatku menggigil,bukan membuatku merasa tenang seperti tadi.Ingin rasanya aku asuk kedalam rumah itu dan meminjam baju ganti.Aku tidak ingin masuk angin dan memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah itu dan memanggil penghuninya.
       Berulang kali kuketuk-ketuk pintu itu namun tiada seorangpun membukakan pintu untukku.Namun tiba-tiba saja seseorang memukul pundakku dengan perlahan.Aku menoleh kebelakang dan berteriak “aaaaaaaaaaaa…..”
       Saat aku menoleh kebelakang,aku melihat sesosok laki-laki yang kira-kira sebaya denganku,mungkin lebih tua sedikit.Aku memperhatikannya dari atas sampai bawah,aku mencoba untuk tetap tenang dan tidak berburuk sangka.Sebenarnya aku takut,aku berharap semoga orang ini tidak bertindak jahat padaku.
“Kamu siapa?”,tanyaku.
“Kamu siapa juga?Kenapa kamu bisa ada disini?”,tanyanya kembali.
“Aku nggak tau kenapa aku bisa disini,yang jelas sewaktu aku tadi sendirian disini nggak ada seorangpun yang ada dipulau ini.Aku rasa pun rumah ini tak berpenghuni.Kenapa kok tiba-tiba kamu bisa muncul?”,jawabku.
“Tadi juga aku sendirian dipulau ini.Tapi aku kelilingi pulau kecil ini.Dan akhirnya aku melihat rumah yang besar ini dan kamu.Aku coba dekati kamu manatau kamu bisa nolong aku.”
“Aku nolong kamu?Apa gak salah?Aku aja belum bisa nolong diri aku sendiri.”
“Ya udah mendingan kita saling menolong satu sama lain.”
“Oke.Oh iya,dari tadi aku ketuk rumah ini ga ada yang keluar.Pintunya gak dikunci loh,gimana kalau kita coba masuk?”
“Ya udah yuk.Tapi kalau ada orangnya gimana?Kalau dia marah gimana?Ntar kan kita dibilang ga sopan sama pemiliknya.”
“Biarin aja.”
       Aku mulai membuka pintu rumah itu dengan perlahan,diikuti oleh cowok yang tadi.Sampai sekarang aku ga tau siapa namanya dan aku gak peduli.Yang penting sekarang aku mempunyai teman untuk saling menolong dalam kondisi seperti ini.
       Astaga,ternyata isi rumahnya sangat mewah,barang-barang yang tersusun didalam rumah itu juga bagus-bagus.Kami memasuki rumah itu perlahan dan mulai menjelajahi bersama isi rumah itu.Rumahnya besar sekali,dari luar saja sudah terlihat besar apalagi dari dalam?
“Waw,rumahnya besar banget.”,kataku sambil berjalan berkeliling.
“Kamu mau kemana?Oh iya siapa nama kamu?Aku bingung mau manggil kamu siapa.”
“Aku mau cari baju ganti.Panggil aja aku Tyas.Kamu dipanggil apa?”
“Oh aku biasa dipanggil Satya.Baju kamu itu basah kenapa?Main air ya?”
“Ya iyalah,dimana-mana basah gara-gara air,sejak kapan basah gara-gara kena angin,api,atau tanah?”
“Ya udah jangan marah dong.Mau aku bantu nyari baju buat kamu?”
“Boleh,silahkan.”
       Kami mulai berkeliling mencari baju untukku.Aku membuka satu-persatu kamar dirumah itu,namun tidak ada.Yang ada hanyalah baju bapak-bapak yang besar-besar dan baju ibu-ibu seperti mau kepesta.Aku hampir lupa kalau rumah ini tingkat,aku belum mejelajah kamar diatas.Aku pun mulai menaiki tangga dan berniat untuk menjelajah satu-persatu kamar disitu.
“Tyas,disini banyak baju buat cewek,cepetan kemari.”,perintah si Satya.
“Iya-iya.”
       Aku bergegas menuju kamar dimana Satya berteriak.Kemudian,aku memilih-milih baju yang kira-kira cocok denganku dan tidak terlalu terbuka.Aku tak pernah terbiasa untuk pakai baju terbuka yang menampakkan banyak aurat kecuali ketika tidur.Aku menyuruh Satya untuk keluar kamar dan menjagaiku didepan pintu kamar.Saat itu juga,aku dengan segera mengganti baju yang bagus itu.Setelah selesai,barulah kusuruh Satya masuk dan kami turun kelantai 1.
       Dilantai satu,kami duduk disebuah ruang keluarga yang ada sofa dan TVnya.Kami memutar acara televisi,dan entah kenapa jaringan TV tersebut sampai kemari,padahal kan ini tempat terpencil,tak berpenghuni dan aku sendiri tidak tau ini dimana.
Aku mencoba untuk kedapur,berniat ingin membuat teh manis hangat atau susu hangat.Aku masih sanksi dengan dapur disini,kurasa tidak ada persediaan untuk membuat makanan atau minuman.Namun ternyata dugaanku salah,disini persediaan sangatlah lengkap,bahkan dalam jumlah yang tidak terlalu sedikit.Aku mulai membuat susu hangat 2 gelas untukku dan untuk Satya.
Sebenarnya ini tempat apa?Kenapa rumah ini sangat bagus,bahkan perabotannya sangat lengkap, ada pula baju-baju dan bahan makanan serta minuman pun ada.Kenapa pula aku bisa berada disini?Tiada orang selain aku dan Satya.Kenapa harus dia?Kenapa bukan teman-temanku saja?Memangnya dia siapa?
Aku kembali keruang keluarga dan menyuguhkan segelas susu hangat untukku dan Satya.Dia terlihat terkejut,mungkin dikiranya aku tidak sebaik ini.Tapi kalau misalnya aku tidak membuatkannya juga,dia pasti mengira aku ini pelit sekali.
“Buatku?”,tanyanya.
“Iya,emangnya buat siapa lagi?”
“Oh mekasih ya.”,ucapnya sambil tersenyum dan langsung meminum segelas susu hangat tersebut.
“Sama-sama.Kamu nonton apa itu?”,tanyaku.
“Berita.Orang tuaku mencariku.Tadi sudah kucoba untuk mencari telepon dirumah ini tetapi tidak ada yang bisa dipakai.”
“Sabar-sabar ajalah.Aku aja ga terlalu panik terdampar disini.Soalnya baru kali ini aku rasain suasana seperti ini.”
“Aku juga sih,baru kali ini ditempat kayak gini.Tapi kan kasihan juga orang tuaku nyariin keberadaanku.”
       Aku kembali meneguk susu hangatku,dan habis.Bersamaan denganku,susu yang diteguk Satya habis juga dan diletakkan begitu saja diatas meja didepan sofa.Aku mengambil kedua gelas dihadapanku dan menaruhnya kembali didapur,kemudian mencucinya.Lalu aku kembali duduk disofa bersama dengan Satya kembali.
“Kamu kok rajin banget?”tanya Satya padaku.
“Aku udah biasa mandiri gitu Sat,emangnya kenapa?Ga boleh ya?”
“Boleh kok,malah bagus,hehe.”katanya sambil memberikan senyumannya padaku.
       Senyumannya yang begitu manis dan mempesona memaksaku untuk membalas senyumanya.Lalu kami sama-sama saling mendekat,aku menyenderkan kepalaku disampingnya sambil memejamkan mata.


       Aku membuka mataku dan melihat sekeliling.Aku terbangun dan mendapati aku sekarang berada ditempat tidur dengan baju terbuka yang menampakkan banyak aurat.Tempat ini berbeda dengan tempat dimana aku dan Satya berdua duduk.Ini kamarku yang sebenarnya,ternyata aku masih belum sadar total.Ku kumpulkan nyawaku beberapa menit.Setelah kuingat-ingat ternyata itu hanya mimpi.Aku benar-benar tidak terima.
       Jadi tempat indah itu tidak ada?Itu hanya mimpi?Satya itu hanya mimpi,dan bukan nyata?Aku sangat tidak terima dengan ini semua.Aku ingin bertemu dengan Satya lagi dan berduaan dengannya,berada disebuah pulau tak berpenghuni.Apa bisa mimpi itu datang lagi?Ku berharap mimpi itu bisa menjadi nyata.Ahh,mana mungkin,aku ini bisanya berkhayal aja.Mimpi konyol itu tidak mungkin berubah menjadi kenyataan.
       Aku bergegas menuju kamar mandi dengan perasaan kesal dan jengkel.Hanya sebentar aku menghabiskan waktu dikamar mandi itu,padahal biasanya bisa dua kali lebih lama.Ini karena faktor waktu,biasanya aku tidak bangun selambat ini.Tapi kalaupun misalnya aku mandi dengan durasi seperti hari-hari biasanya,aku masih bisa dikatakan tidak telat,karena sekolahku agak dekat dari rumahku.

Jumat, 19 November 2010

Bagaimana hubungan kamu dengan mantan pacar?


Bagaimana hubunganmu dengan mantan pacar?
1.Baik-baik saja,menjalin pertemanan dengannya
2.Musuhan,sampai marahan atau adu mulut
3.Lost contact
4.Saling menganggap tidak pernah kenal
5.Diam-diaman namun berharap ingin kembali

Didalam kehidupan,ada beragam hubungan dengan sang mantan pacar.Setiap orang menanggapinya berbeda-beda.Karena pada hakikatnya tidak ada manusia didunia ini yang sama,sekalipun kembar.
Ada yang menanggapinya baik-baik saja dan menjalin pertemanan dengan mantan pacar tersebut.Kemungkinan ini agak jarang terjadi,namun banyak juga yang seperti ini.Mungkin dalam hal ini,mereka putus karena adanya alasan yang jelas dan tidak ada yang tersakiti.Misalnya,belum dibolehin pacaran,berbeda prinsip,atau mungkin lebih nyaman jika hanya menjadi teman saja.Hal ini terjadi pada pasangan yang berpacaran dengan sehat.

Namun ada juga yang setelah putus marah-marahan dan musuhan bahkan sampai adu mulut.Agak lucu juga ya,sewaktu masih pacaran mereka saling menyayangi,sewaktu sudah putus,mereka saling menyakiti,saling adu mulut bahkan ada yang sampai membongkar rahasia si mantan yang ia ketahui selama berpacaran.Hal ini biasanya terjadi karena berpacaran yang kurang sehat.Misalnya pihak yang satu selingkuh ehingga menyebabkan kemarahan dan sakit hati bagi pihak kedua.Atau mungkin pihak pertama tiba-tiba memutuskan hubungan dengan pacarnya karena sudah bosan atau tidak suka lagi,namun pasangannya tidak terima,sehingga terjadilah permusuhan dan adu mulut.

Ada yang setelah putus lost contact atau tidak saling berkomunikasi lagi dan saling tidak mengetahui satu sama lain.Misalnya si A diharuskan pindah keluar kota karena alasan orang tuanya yang dipindah pekerjaannya,maka ia harus berpacaran jarak jauh dengan si B.Namun karena kesibukan masing-masing,mereka satu sama lain tidak berkomunikasi lagi.Dan mereka masing-masing telah mendapatkan pengganti selama mereka dipisahkan oleh jarak.Contoh kedua,misalnya si cewek dan si cowok berada dalam satu daerah,namun karena adanya bencana alam,mereka terpisah dan saling tidak tau keberadaan pasangannya.

Ada yang setelah putus saling tidak menganggap keberadaan si mantan.Hal ini terjadi karena mungkin gengsi yang tinggi dari kedua belah pihak dan menganggap bahwa ia sudah tidak berhak mencampuri kehidupan mantan pacarnya tersebut.Kejadian ini juga banyak ditemui,tidak hanya dikehidupan remaja,bahkan orang dewasa pun banyak yang seperti ini.Mungkin karena takut akan saling menjalin cinta lagi,mereka saling pura-pura tidak mengenal.

Ada pula pasangan yang setelah putus diam-diaman namun ingin rasanya kembali lagi.Hal ini biasanya dikarenakan cinta yang sudah besar diantara kedua belah pihak,cintanya susah memudar.Mungkin dikarenakan ketergantungan hidup bersama mantan pacarnya tersebut.Hal ini banyak ditemui,terutama pada pasangan yang memiliki ego tinggi.Mereka gengsi untuk mengakui bahwa mereka masih saling cinta,namun kenyataannya perasaan itu masih ada.Sekarang terserah pada pribadi masing-masing.Jika memang masih saling cinta dan menyesal karena sudah putus,sebaiknya balikan saja agar bisa hidup bahagia dengan cinta.